
GARUT – UOBK RSUD Pameungpeuk Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen untuk memperkuat dan memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan reproduksi, kebidanan, dan kandungan. Langkah ini kembali diwujudkan melalui penerimaan Dokter Residen Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis-I (PPDS-I) Stase Luar dari Program Studi Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK UNPAD) pada Jumat (5/6/2026).
Kegiatan penerimaan resmi ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan RSUD Pameungpeuk Garut, dr. Ari Firmansyah, MM, serta dihadiri oleh jajaran manajemen, komite medik, dan kepala unit terkait.
Sinergi Pelayanan dan Pendidikan Rumah Sakit Jejaring
Kehadiran para dokter residen Obgyn FK UNPAD ini merupakan bagian dari program pelayanan dan pendidikan stase luar di rumah sakit jejaring yang berlangsung selama satu bulan penuh, terhitung mulai tanggal 1 hingga 30 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Kabid Pelayanan dr. Ari Firmansyah, MM, menyampaikan bahwa pihak manajemen RSUD Pameungpeuk menyambut baik dan mengapresiasi kerja sama penempatan para dokter residen ini. Sinergi antara rumah sakit dan institusi pendidikan tinggi seperti UNPAD dinilai menjadi kolaborasi yang saling menguntungkan (mutual symbiosis), baik untuk pengembangan ilmu klinis dokter maupun peningkatan kapasitas layanan rumah sakit.
Tiga Dokter Residen Standby Siap Layani Masyarakat
Selama periode Juni 2026, sebanyak 3 (tiga) orang dokter residen Obgyn akan bersiaga (standby) secara penuh di RSUD Pameungpeuk. Mereka akan berkolaborasi dengan dokter spesialis senior untuk memberikan pelayanan kesehatan preventif, kuratif, hingga penanganan kegawatdaruratan obstetri dan ginekologi bagi masyarakat Garut Selatan dan sekitarnya.
Manajemen RSUD Pameungpeuk berharap kehadiran para dokter residen ini tidak hanya membantu melengkapi kebutuhan tenaga medis di lini depan, melainkan juga mampu mengakselerasi peningkatan mutu layanan kesehatan. Dengan kompetensi akademis dan klinis mutakhir yang mereka bawa dari pusat pendidikan, diharapkan kualitas penanganan pasien di ruang bersalin (VK), poliklinik, maupun tindakan operatif kebidanan dapat semakin prima, aman, dan memuaskan masyarakat. (Red/Humas)
Penulis: Savitri M Dewi



